Sepanjang April dan Mei 2026 kami mengadakan kelas "Pengenalan Kesehatan Jiwa" di enam sekolah menengah: dua di Jakarta, dua di Bekasi, satu di Bandung, dan satu di Yogyakarta. Total 412 murid, masing-masing dua jam pelajaran.
Angkanya
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| Sekolah | 6 |
| Murid yang hadir | 412 |
| Guru yang ikut duduk di kelas | 23 |
| Pertanyaan tertulis yang masuk | 288 |
| Murid yang menghubungi kami setelahnya | 31 |
Pertanyaan yang Muncul di Semua Sekolah
Kami membagikan kertas kecil di akhir kelas supaya murid bisa bertanya tanpa menyebut nama. Dari 288 pertanyaan, satu bunyi yang sama muncul di keenam sekolah, dengan susunan kalimat yang berbeda-beda:
Kalau saya cerita ke orang tua, apa nanti malah dimarahi? Ditulis ulang dari beberapa pertanyaan yang isinya sama
Bukan pertanyaan tentang gejala, bukan tentang obat, bukan tentang nama gangguan. Yang paling mereka pikirkan adalah tanggapan orang dewasa terdekat.
Kami tidak bisa menjanjikan jawabannya. Yang kami sampaikan: pilih satu orang dewasa yang menurutmu paling mungkin mendengarkan — tidak harus orang tua — dan mulai dari kalimat yang paling kecil.
Tiga Pertanyaan Lain yang Sering Muncul
- "Bedanya sedih biasa sama depresi apa?" Kami jawab dengan patokan lama bertahan dan seberapa mengganggu kegiatan sehari-hari, sambil menegaskan kami tidak boleh mendiagnosis siapa pun.
- "Kalau teman saya cerita mau bunuh diri, saya harus gimana?" Muncul di lima dari enam sekolah. Jawabannya: jangan tanggung sendirian, beri tahu orang dewasa, dan hubungi 119 ekstensi 8.
- "Konseling di sekolah itu rahasia nggak?" Ini kami serahkan ke guru bimbingan konseling masing-masing sekolah, karena kebijakannya berbeda-beda dan bukan wewenang kami menjawabnya.
Yang Kami Perbaiki untuk Kelas Berikutnya
- Dua jam pelajaran terlalu singkat. Sesi tanya jawab selalu terpotong bel. Mulai Agustus kami menawarkan bentuk dua pertemuan.
- Kertas pertanyaan dibagikan di awal, bukan di akhir. Murid butuh waktu memikirkan pertanyaannya selama kelas berjalan.
- Guru perlu kelas terpisah. Beberapa guru mengaku ragu menanggapi murid karena takut salah. Kelas "Mengenali Tanda Awal" kami buka khusus untuk guru.
Kelas Ini Bisa Diminta Sekolah Mana Saja
Tanpa biaya, minimal 15 peserta, bisa daring maupun luring. Kirim permintaan ke [email protected] dengan menyebut nama sekolah, kota, dan perkiraan jumlah murid.